KPPAD Kepri – Kanwil Kemenag Kepri Teken MoU Meningkatkan Pemahaman Perlindungan Anak Melalui Penyuluhan Kepada Calon Pengantin

editTanjungpinang, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Marwin Jamal dan Ketua KPPAD Kepri Ery Syahrial hari ini, Kamis (9/4) melakukan penandatanganan MoU tentang upaya meningkatkan pemahaman perlindungan anaka melalui penyuluhan kepada calon pengantin yang akan menikah di KUA se Provinsi Kepulauan Riau. Penandatanganan dilakukan di Kantor KPPAD Kepri Jalan Basuki Rahmat No. 2 Tanjungpinang. Hadir dalam acara tersebut Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri, empat orang Komisioner KPPAD Kepri, Kasi Kepenghuluan, para Kepala KUA se Tanjungpinang dan Bintan.

Ruang lingkup MoU adalah pencegahan dengan melakukan berbagai upaya seperti komunikasi, informasi, dan edukasi tentang perlindungan anak kepada calon pengantin yang hendak melangsung pernikahan, sosialisasi mengenai perlindungan anak mulai dari pemenuhan hak-hak anak, pola asuh yang ramah anak dan bentuk perlindungan anak lainnya. Anak sebagai penerus keluarga dan bangsa harus dipersiapkan sebaik-baiknya mulai dari lingkungan keluarga, advokasi dan konsultasi terhadap berbagai permasalahan yang muncul dari pra pernikahan hingga pernikahan terutama yang terkait dengan anak; pemberdayaan calon pengantin dan pasangan suami istri yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pola asuh yang ramah anak ketika anak sudah lahir dalam lingkungan keluarga; monitoring evaluasi terhadap calon pengantin yang sudah mendapatkan pendidikan pranikah dengan materi bagaimana mereka menerapkan materi yang sudah mereka dapatkan dalam mendidik dan mengasuh anak dalam keluarga.

Tugas dan tanggung jawab para pihak dalam MoU adalah memberikan pendidikan pranikah dengan materi perlindungan anak kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di berbagai KUA yang ada di Kepri. Untuk tahun 2015 ini, pendidikan pranikah dengan materi perlindungan anak diberikan kepada calon pengantin yang ada di Kota Tanjungpinang dan Bintan; menindaklanjuti dan mengadvokasi kasus penyimpangan administrasi dan pelayanan public bidang anak; melaksanakan pelatihan dan sosialisasi pelayanan public bidang anak.

Menyediakan narasumber yang memberikan materi kepada peserta; menyiapkan kebutuhan konsumsi dan materi kepada calon pengantin yang menjadi peserta pendidikan pranikah; memberikan sertifikat lulus pendidikan pranikah bermateri perlindungan anak kepada peserta; peserta tidak dikenakan biaya apapun dalam mengikuti kegiatan ini.

MoU berlaku untuk jangka waktu lima tahun. Para pihak melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. (hatiman) https://kepri.kemenag.go.id

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply